Penggunaan Teknik Indikator Momentum Dalam Trading Forex

Penggunaan Indikator Momentum Dalam Trading Forex
Penggunaan Indikator Momentum Dalam Trading Forex

Pada kali ini, kita akan mempelajari penggunaan indikator Momentum dalam trading Forex. Terkadang, banyak sekali trader yang sulit untuk mengetahui moment yang paling tepat untuk masuk pasar, bahkan mereka bingung posisi apakah yang paling tepat untuk masuk pasar, apakah posisi BUY atau SELL.Para trader perlu mengetahui moment apakah yang paling tepat. Untuk itulah kita akan belajar mengenai Indikator Momentum.

Indikator Momentum merupakan indikator tehnikal yang dibuat berdasarkan perhitungan sederhana dengan cara mengukur selisih harga Tutup (Close) hari ini berbanding dengan harga Tutup (Close) beberapa hari sebelumnya. Indikator Momentum yang sering digunakan para trader untuk mengetahui akan kekuatan tren apa yang terjadi.  Namun  sebelum lebih jauh lagi membahas tentang cara penggunaan Indikator Momentum ini, baiklah kita membahas dahulu pengertian akan Indikator Momentum ini.

Indikator Momentum  ini adalah suatu Indikator  yang digunakan untuk memberikan konfirmasi tren  pergerakan harga yang terjadi atau terbentuk didalam pasar Forex, apakah harga itu ada dalam trend naik atau ada dalam trend turun. Berdasarkan  namanya, Momentum, maka Indikator ini memberitahukan pergerakan arah momentum rebound atau koreksi bagi para trader.

Cara penggunaan Indikator Momentum ini dalam menentukan sinyal SELL atau BUY, sama seperti kita menggunakan Indikator Stochastic Oscillator.

Cara Menggunakan Indikator momentum ini dalam Trading Forex :

Berikut Formula dalam Indikator Momentum :

Momentum = (Current Close Price)  x 100

                     Lagged Close Price

Momentum = Harga penutupan saat ini  x 100

                     Harga Tutup

Bila dilihat secara sekilas, indikator ini di lihat hampir sama dengan indikator moving average, perbedaannya terletak pada dasarnya yang di gunakan dalam  memprediksi pergerakan harga ke depannya sebagai pedoman dalam menentukan sinyal buy atau juga sinyal sell.

Indikator Momentum  ini dapat kita lihat pada garis kuning yang berosilasi di sekitar 100, dimana menjadi osilator Momentum yang dapat digunakan dalam menganalisis tren harga. Pada waktu indikator bergerak keatas menuju 100 membentuk kerucut seperti panah ke atas, maka itu menandakan tren harga akan segera naik. Para Trader mulai pasang dan ambil untuk BUY dan sebelum menyentuh level 100, untuk bergerak turun, maka para trader siap-siap untuk menmgambil keuntungannya (Take Profit). Begitu juga sebaliknya. Bila indikator bergerak kebawah atau  turun, dimana menunjukkan  tanda panah kebawah, maka hal itu berarti tren harga akan segera turun.

Indikator Momentum  ini di setting untk jangka waktu selama 12 hari, biasanya digunakan untuk long term trading.

Untuk mendapatkan free signal trading, analisa market harian, full support langsung dari analis, buka account sekarang dengan kode referensi MIC di Java Belajar Forex

Hubungi Michico :
Phone / WhatsApp : 081380725502
Pin BB D50D4649

Apabila Anda membutuhkan informasi Training Java Belajar Forex, Introducer Broker – IB, Autochartist, Webinar, belajar forex, teknikal forex, signal forex, strategi forex dan analisa forex untuk melakukan transaksi trading forex, trading emas, trading oil, trading index hari ini? Analis Java belajar forex akan memberikan free signal trading forex setiap hari langsung ke ponsel Anda.

Author : Lien Doe Zhang